Tech NewsRoom

Sabtu, 17 September 2011

Internet Jepang Kebal Gempa & Tsunami


Walaupun diterjang gempa berlanjut tsunami dengan skala masif, infrastruktur internet di Jepang sepertinya hanya sedikit terpengaruh.
Kesimpulan ini disampaikan oleh perusahaan monitoring internet, Renesys.
Menurut James Cowie selaku CTO Renesys,
kebanyakan website tetap beroperasi dan internet tetap tersedia untuk mendukung fungsi komunikasi di Negeri Sakura itu. Ketika gempa terjadi, sekitar 100 dari 6.000 jaringan di Jepang memang sempat tidak berfungsi. Namun semuanya kembali pulih beberapa jam kemudian.
Kemudian, trafik dari dan menuju ke Jepang anjlok sekitar 25 Gbps setelah gempa, lalu kembali normal tak lama kemudian. Pihak Renesys mengaku belum tahu persis mengapa internet di Jepang bisa bertahan dengan baik.
“Mengapa kami tidak melihat dampak tambahan di trafik internet internasional dalam gempa yang sangat merusak ini? Kami belum mengetahuinya,” tukas Cowie, dilansir ComputerWorld dan dikutip detikINET, Senin (14/3/2011).
Memang dampak bencana ini, jika dilihat dari sisi korban jiwa dan kerusakan ekonomi, diperkirakan sangat besar. Salah satu alasan koneksi internet lumayan baik-baik saja agaknya karena kabel bawah laut tak begitu terkena pengaruh gempa. Ini tidak seperti saat gempa di Taiwan pada 2006 lalu, yang merusakkan banyak kabel.
Kerusakan terdeteksi di dua segmen sistem kabel milik Pacnet EAC yang menimbulkan beberapa gangguan koneksi di Jepang, Filipina dan Hong Kong. Kabel bawah laut Pacific Crossing juga terkena kerusakan. Namun secara umum, koneksi internet di Jepang bertahan dengan baik.
“Jelas bahwa konektivitas internet di Jepang bertahan dalam bencana ini lebih baik dari ekspektasi,” pungkas Cowie.

Senin, 08 Agustus 2011

Facebook Miliki Keuntungan dan Kerugian bagi Remaja





CALIFORNIA - Situs jejaring sosial memiliki dua sisi, yakni menguntungkan maupun merugikan bagi penggunanya yang masih berusia remaja.

Seperti yang dikutip dari The Hindu, Senin (8/8/2011), Facebook memiliki sisi menguntungkan maupun sisi merugikan, contohnya seperti seorang introvert yang mencoba bersosialisasi di situs jejaring sosial tersebut.

"Saat ini tidak ada yang bisa menyangkal bahwa Facebook telah mengubah cara interaksi sosial, terutama di kalangan kaum muda. Yang kami lakukan saat ini adalah melakukan penelitian atas dampak positif maupun negatif Facebook terhadap remaja," ujar Profesor Larry D Rosen dari California State University.

Rosen mengatakan beberapa efek buruk dari Facebook, termasuk narsisme yang sering menghinggapi anak muda yang memakai situs jejaring sosial tersebut, perilaku antisosial, kecenderungan berperilaku agresif dan mudah marah.

Studi yang disebutkan oleh Rosen menyatakan bahwa murid sekolah dan kuliahan yang membuka Facebook setidaknya 15 menit ketika sedang belajar, cenderung mendapatkan nilai yang rendah.

Namun Rosen juga mengatakan bahwa penelitian terbaru juga menemukan efek positif Facebook, contohnya pengguna dewasa muda yang menghabiskan waktu di Facebook lebih baik dalam menunjukkan rasa empati kepada teman-teman online mereka.

"Selain itu, situs jejaring sosial juga dapat membantu remaja introvert untuk belajar bersosialisasi, meski hanya di balik layar. Selain itu, situs jejaring sosial juga dapat membantu proses pengajaran antara guru dengan murid," ungkap Rosen.

Hasil studi yang dikemukakan oleh Rosen juga mengatakan bahwa orang tua tidak seharusnya mengawasi aktivitas online anak mereka. "Karena jika Anda menggunakan software pengawas akan buang-buang waktu saja. Anak-anak akan mencari pemecahannya hanya dalam waktu hitungan menit," ujarnya.

"Komunikasi adalah inti dalam menjadi orang tua. Anda harus berbicara atau mendengarkan mereka secara baik," pungkas Rosen.

Awas Fans Harry Potter Terjebak Pottermore





LONDON - Akhir dari cerita Harry Potter yang diangkat ke layar lebar memang telah menyihir. banyak orang di seluruh dunia. Bagian terakhir dari penyihir dari Sekolah Hogwarts ini pun masih diburu oleh para penggilanya.

Baru-baru ini penulis Harry Potter, J.K Rowling merilis sebuah situs Pottermore bagi fans Harry Potter di seluruh dunia. Memang situs yang menampilkan kehidupan dan sisi lain Harry Potter itu masih belum dibuka untuk umum, atau terbatas bagi kalangan tertentu saja yang sudah memiliki akun.

Kegilaan dan keterbatasan ini rupanya dimanfaatkan oleh penjahat maya untuk menipu korbannya yang sebagian adalah remaja. Scammers ini memang menargetkan penggemar Harry Potter dengan menggunakan metode ekspolitasi phising dan menularkan malware. Seperti dilansir TG Daily, Sabtu (6/8/2011).

Modus yang dilakukan oleh Scammers ini kebanyakan dengan menggunakan metode berpura-pura menawarkan akses masuk ke situs Pottermore.

Korban yang terjebak akan meng-klik link yang diberikan. Alih-alih mendapatkan situs yang diinginkan, malah korban dibawa ke situs lain yang mengandung malware.

Memang sebelumnya, di situs lelang eBay banyak yang menawarkan undangan ke Pottermore dengan harga USD100. eBay sendiri tidak melarangnya, karena selama asli maka itu termasuk penjualan item yang sah.

Itu tidak menghentikan beberapa pengguna awal dari menjual account mereka di Ebay, termasuk banyak orang yang tidak benar-benar memiliki account.

Rengkuh Anggota, Google+ Manfaatkan Twitter





CALIFORNIA - Facebook memang melarang promosi Google+ dalam bentuk apapun di situs mereka. Namun jejaring sosial anyar Google itu tidak kehilangan akal untuk mencari lebih banyak pengguna.

Raksasa internet asal Mountain View baru saja menghadirkan short link berupa undangan yang bisa diposting pengguna lewat messenger, blog hinggaTwitter tanpa harus mengirimkan satu per satu kepada teman-teman mereka.

"Kini anda bisa mengundang teman ke G+ hanya dengan menggunakan link. Anda cukup mengklik tombol ‘invite friends’ yang ada di bagian kanan stream G+ dan anda akan menemukan link baru untuk disebarkan melalui IM ataupun diposting di web," tulis Product Manager Google Shimrit Ben-Yair pada akun Google+ miliknya.

Melalui fitur anyar ini, pengguna bisa mengundang hingga 150 teman dan kerabat mereka ke jejaring sosial anyar itu, demikian dilaporkan Tech Crunch, Senin (8/8/2011).

Pengguna Twitter tampaknya langsung bergerak cepat memanfaatkan fitur ini. Terbukti pencarian untuk link Google+ dengan cepat membanjiri linimasa situs mikroblogging tersebut.

Google+ sendiri berhasil meraih pencapaian fenomenal pekan lalu berkat keberhasilannya merengkuh 25 juta anggota meski baru diluncurkan akhir Juni lalu. Cepatnya pertumbuhan Google+ kabarnya membuat Facebook mulai merasa terancam, sehingga raja jejaring sosial itu tidak membolehkan promosi Google+ dalam bentuk apapun di situs mereka.

Kamera Ponsel 8MP OmniVision OV8850 Terkecil Dengan Sensor Berukuran 1.1 mikron


Sepertinya para penggiat teknologi sedang berlomba-lomba untuk membuat alat yang berukuran kecil. Setelah sebelumnya terdapat baterei berukuran nano, kini muncul kamera ponsel berukuran super mini, hanya 4.7 milimeter. Kamera ini dibuat dengan menggunakan teknologi sensor 1.1 mikron.
Meskipun berukuran kecil, kamera ini memiliki kualitas yang cukup bagus. Kamera ini dapat menghasilkan gambar dengan kualitas resolusi 1080p pada mode 30 fps. Tak cukup dengan hal tersebut, kamera ini juga mampu menghasilkan gambar HD 720p pada mode 60 fps.

OmniVision yang merupakan suplier kamera bagi Apple mengatakan bahwa OV8850 tak akan digunakan untuk iPhone generasi terbaru. Mereka mengatakan memiliki permasalahan pada pengadaan produksi pada bulan lalu.
Berkat adanya sensor 1.1 mikron, kamera ini memiliki beberapa fitur antara lain on-chip temperature sensor, dua PLL, context switching, 4 Kbits one time programmable memory, lens shading correction, detective pixel canceling, black sun elimination.


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms